Sejarah dan Pengertian Desain Interior
Tidak
diketahui secara pasti darimana sejarah desain interior dimulai. Akan
tetapi dengan begitu banyaknya ditemukan bukti-bukti besar
yang menunjukkan keberadaan dari penerapan ilmu desain interior di
sepanjang sejarah peradaban manusia, maka sejarah desain interior dapat
dilacak keberadaannya. Artefak-artefak yang ditemukan merupakan gambaran
riil dari peradaban saat itu. Dari sini terlihat bahwa setiap kebudayaan
memiliki pola perkembangan yang masing-masing berbeda. Setiap peradaban
mengembangkan seni arsitektur, gaya furnitur dan asesoris ruang
berdasarkan ketersediaan bahan di wilayah geografis masing-masing atau
didapatkan dari perdagangan dan tersedianya tenaga kerja yang murah (Dwi
Retno Sri Ambarwati, S.Sn). Bahkan menurut saya sejarah interior sudah dimulai
sejak manusia menggambar pada dinding goa untuk memperindah tempat tinggalnya,
betul tidak?
Pengertian
desain interior dikemukakan oleh D.K. Ching (2002:46) sebagai berikut:
Interior design is the planning, layout and design of
the interior space
within buildings. These physical settings satisfy our basic need for
shelter and protection, they set the stage for and influence the shape of
our activities, they nurture our aspirations and express the ideas which
accompany our action, they affect our outlook, mood and personality.The
purpose of interior design , therefore, is the functional improvement,
aesthetic enrichment, and psychological enhancement of interior space.
within buildings. These physical settings satisfy our basic need for
shelter and protection, they set the stage for and influence the shape of
our activities, they nurture our aspirations and express the ideas which
accompany our action, they affect our outlook, mood and personality.The
purpose of interior design , therefore, is the functional improvement,
aesthetic enrichment, and psychological enhancement of interior space.
7 Prinsip Desain Interior
1.Unity and Harmony
Yaitu
suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada
saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga
menghasislkan komposisi yang seimbang.
2.Keseimbangan (Balance)
Sesuai
dengan judulnya, Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu
condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb. Aksen pun harus memiliki
keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.
Style keseimbangan
terbagi 3 yaitu: simetris,
asimetris, dan radial
Keseimbangan Simetris:
Keseimbangan
simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara
merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan
keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi
pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang sering digunakan untuk
mencapai suatu keseimbangan dalam desain. Meskipun mudah untuk diterapkan,
keseimbangan simetris sulit untuk membangkitkan emosi dari pembaca visual
karena terkesan “terlalu direncanakan”. Kesimbangan simetris juga biasa disebut
dengan keseimbangan formal.
symmetrical room
Keseimbangan Asimetris:
Keseimbangan
asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros
tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras,
warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan. Seringkali kita
melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks
yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb.
Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi pembaca visual
karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya. Ketegangan asimetris juga
biasa disebut dengan keseimbangan informal.
Asymmetry Room
Keseimbangan Radial:
Adalah
ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga
berbentuk spiral.
3. Focal Point
Focal
Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu
atau lebih, tapi jangan semua. Misalnya Focal Point pada ruangan adalah jendela
besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.
4. Ritme
Dalam
desain interior, ritme adalah
semua pola pengulangan tentang visual. Ritme
didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.
Bingung? Mungkin gambar-gambar di bawah dapat membantu
contoh ritme pada bookshelves
5. Details
Yang namanya detail disini kalau dijabarkan bisa panjang banget. Mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga dlsb. Detail biasanya tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa keseluruhan ruangan.
Yang namanya detail disini kalau dijabarkan bisa panjang banget. Mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga dlsb. Detail biasanya tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa keseluruhan ruangan.
6. Skala dan Proporsi
Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Sebenarnya masih berhubungan dengan konsep keseimbangan dan aksen yang telah dipaparkan sebelumnya saya rasa, namun kali ini lebih kepada ukuran. Misalnya ukuran kursi tamu dan meja tamu yang seimbang. Apabila mejanya terlalu tinggi, maka pengguna kursi akan merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut. Kira-kira seperti itulah….
Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Sebenarnya masih berhubungan dengan konsep keseimbangan dan aksen yang telah dipaparkan sebelumnya saya rasa, namun kali ini lebih kepada ukuran. Misalnya ukuran kursi tamu dan meja tamu yang seimbang. Apabila mejanya terlalu tinggi, maka pengguna kursi akan merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut. Kira-kira seperti itulah….
7. Warna
Yang
ini sih ga usah diragukan lagi memegang peranan penting dalam menghasilkan
nuansa dan mood suatu ruangan.
Sumber : www.google.com












Tidak ada komentar:
Posting Komentar